Pagi ini seperti biasa datang kesekolah berharap bertemu dgn dia. Dia yg aku cintai. Oh iya Aku Zahwa lebih lengkapnya Zahwa Abdullah. Aku bersekolah kelas 11 disalah satu SMA favorit di depok, benar aku bukanlah orang kaya seperti mereka, aku hanyalah orang sederhana. Ayahku hanya sekedar pegawai perusahaan swasta dan ibuku hanya pedagang bubur bayi di pasar, ditambah lagi aku punya 2 adik laki-laki.

Menurut mereka (teman-temanku) aku orang yg cerdas setiap semester tidak pernah mendapat peringkat melewati batas 5, entah menurutku ini hal yg biasa saja. Oh iya ngomong-ngomong soal seseorang yg aku cintai itu namanya Rakha lebih tepat nya Rakha Arian. Dia bukan lah cowok seperti di novel-novel, atau film. Gayanya tampak biasa hanya saja ia sosok yg humoris yg selalu membuat ku tertawa dgn tingkah konyol nya itu.

Pagi ini menyusuri koridor sekolah melangkahkan kaki ku, namun di ambang pintu kelasku kini ternyata Rakha sudah berdiri menanti ku.

"Wa." Dua huruf itu membuat ku menatapnya lalu ia mempersilahkan ku masuk ke kelas dan menaruh tas ku. Dengan cepat Rakha pun menarik tangan ku keluar kelas, sungguh aku terkejut sejak lama ia menjadi teman ku baru kali ini ia terang-terang an menarik tangan ku seperti ini, Rakha membuat pipiku memerah seperti memakai blash on.

"Apaan sih!" Ketus ku, sebenarnya aku bahagia hanya saja tarik kan tersebut membuat tangan ku sedikit memerah.
"Gue mau kasih tau sesuatu." Riang Rakha sambil merogoh ponsel di saku celana nya.
"Apaansih Rakha kayanya seneng banget. Apa jangan-jangan gara-gara semalem aku nge tag di instagram tentang seseorang yang aku sayang" batinku.

"Liat deh gue diterima!!" Girang nya Rakha sambil menunjukan roomchat di whatsapp dari seorang cewek berkontak nama 'FIRA❤️'
Detak jantung ku semakin tak beraturan, air mulai membendungi mataku, dan senyum paksa ini mulai bergaris di bibir ku. Akupun langsung mengambil ponsel Rakha dengan sigap dan melihat beberapa bubble chat yang terlihat sangat romantis. Sedangkan membalas pesan ku saja bahkan tidak pernah.

"Oiya wa, ini buat lo" Rakha memberikan susu UHT cokelat padaku, tangan nya masih mengapung di udara karena saat itu aku termenung dalam diamku. "WOYY!!" sambungnya, "iyaiya thanks yah" senyum paksa ku muncul lagi. Mungkin hanya sampai sini harapanku. Di hari-hari selanjutnya Rakha menceritakan sosok perempuan bernama Fira tersebut, ku akui Fira sangat cantik dan juga berbakat untuk memenangkan hati seorang Rakha, dan sosok dingin seperti Rakha. Tapi ada yg berubah Rakha yg selalu ku juluki Es Batu sejak ku mengenalnya 1 tahun lalu karena sikapnya yg sangat dingin. Kini Rakha sungguh berubah 360 derajat, karena mengenal Fira.

"Wa, gue mau meet sama Fira, temenin gue ya!"

Kenapa ? Dia mengajaku ok saat minggu pagi yg cerah itupun aku ikut bersamanya.
Enatah kenapa pagi ini cerah namun kenapa mataku begitu mendung.

Aku bertemu di alun-alun depok. Aku bertemu Fira, dan dia langsung melempar ku dengan senyum nya yg sangat manis karena lubang di pipi kanannya. Sungguh sosok Fira membuatku takjub memang pantas Rakha mendapatkan perempuan secantik dan seramah Fira. ia memang hebat mampu meruntuhkan tembok es batu seperti Rakha.

Mereka berbincang, aku hanya sibuk pada ponselku padahal tidak chatingan dgn siapapun, aku hanya melihat snapgram teman-temanku saja. Dan aku pun mendengar perbincangan hangat mereka. Rakha sangat humoris mampu memekarkan tawa pada Fira.
Dan satu fakta lagi yg ku tahu, ternyata ini adalah kali pertama mereka bertemu. Karena mereka hanya dua orang yg kenal di game fantasi di gadget, yg bahkan berujung pacaran seperti ini aku tak menyangka. Aku juga baru mengetahuinya karena tak pernah menanyakan Fira pada Rakha, karena aku tak ingin hatiku tergores.
Sekali lagi aku kagum pada Rakha. Selain tipekal cowok yg setia, Rakha pun bisa menjalin hubungan semacam LDR padahal Fira tinggal di bogor, namun tekad mereka memang begitu kuatnya. Tak apa aku senang teman baik ku Rakha bahagia dgn Fira yg sangat baik juga.

5 bulan LDR setelah pertemuan itu Rakha dan Fira menjalani hubungan seperti yg lain, aku sedikit terbakar ketika di sekolah Rakha tak henti-henti nya menabur cerita yg di bumbui kata-kata konyolnya yg membuatku terbahak-bahak. Ku akui kisah cinta Rakha dan Fira memang layak ku acungi 2 jempol. Padahal mereka hanya satu kali bertemu tetapi mampu membuat cerita hanya sekedar lewat ketikan yg menurut bberapa org tak penting. Bahkan saat ku membaca bubble-bubble di roomchat Fira, ada saja Rakha mencantumkan namaku. Fira terkadang cemburu karena kedekatan ku pada Rakha. Padahal kami hanya sebatas teman, padahal aku memang menanam perasaan untuk Rakha meski tak ada yg tahu hal bodoh ini. Aku mengubur harapanku dalam-dalam meskipun terkesan lebay tiap malam aku memang menangisi hal ini. Aku hanya org biasa yg mencintai teman baik ku dgn tulus, yg selalu melihat snapgram Rakha tentang sosok cewek yg ia cinta, ya benar Fira.

Suatu saat kelas kami ada kunjungan industri ke Jakarta. Guru memberi tugas sepasang tidak lain aku dengan Rakha padahal absen kami jauh. Di Jakarta sangatlah menyenangkan banyak tawa dan kecerian yg ku gambar di tempat ini. Rakha membuat beberapa video pendek yg ia upload dia akun instagram nya dgn caption 'my enemy­čî╗'

Hari itu aku sangat lelah tapi sangat berkesan, keesokan harinya aku dikagetkan dengan hal yg sangat tidak mungkin. Iya! Fira ia pindah ke sekolah ku. Sungguh Rakha sangat bahagia, aku tahu Rakha pun sudah tahu hal ini hanya saja belum menceritakan nya padaku. Biar suprise katanya. Fira pindah karena papih nya membuka cabang baru bisnis di depok.

Fira mendapat kelas XI IPS² syukurlah ia tidak sekelas dgn ku dan juga Rakha, nanti apa jadinya jika kami disatu kan dalam satu ruangan yg sama.

Setiap pagi Rakha selalu memberikan susu UHT cokelat pada Fira, padahal dahulu ia selalu meberikan itu padaku. Tak apa tak masalah bagiku, Seperti biasa pulang sekolah aku selalu menebeng menumpaki motor di jok belakang Rakha, dan sosok Fira dijemput sopir nya dengan menggunakan mobil mewah tentunya.

"Ayah ku saja mungkin jarang melihat mobil sebagus itu, apalagi menaiki nya" batinku.
Sebenarnya aku tidak merasakan iri, tapi melihat gaya Fira membuatku minder, sungguh stylish! Jaket jeans yg membaluti tubuhnya ditambah lagi tas branded dan jam tangan mahal sepertinya. Sedangkan aku? Sepertinya hanya memakai seikat gelang hitam yg membosankan.

Hari demi hari berlalu, mungkin Fira semakin tak suka denganku, sudah hampir satu minggu Rakha dan Fira mengalami ketidak akuran pada hubungan nya, kata Rakha sih gara-gara satu kata yg cukup berbahaya 'cemburu' mulai dari kunjungan industri kami, hingga saat ini.

Lalu kami mengklarifikasikan masalah ini ber 3. Fira tidak egois , dan tidak posessif juga menurutku hanya saja.. akupun tau tidak ada satupun yg tidak cemburu dgn kekasihnya meski hanya sebatas teman. Rakha pun tak sedikitpun melihat keberadaan diriku.
Baiklah aku mundur bukan karena aku tak menyayangimu Rakha, hanya saja aku tidak bisa memaksakan sesuatu. Aku yakin dirimu bahagia bersama Fira yg jauh lebih baik dariku.
Oh iya terima kasih Rakha susu cokelat dan buku PR, ternyata ada baik nya juga kamu sekarang selalu mandiri mengerjakan PR tanpa setiap malam datang kerumahku hanya untuk mengisi setiap baris yg kosong di buku catatan mu itu. Kini Rakha kembali menjadi es batu kepada semua orang kecuali.. ya Fira hehe. Kadangkala aku sedih ketika ibuku selalu bertanya saat aku pulang sekolah naik ojek online tidak bersama Rakha lagi. "Lah?ibu liat beberapa hari terakhir kamu ga pernah dianter Rakha lagi?kenapa?ada masalah ya?" Tanya ibuku dengan penuh harap "eum nggk ko bu, dia emg lagi fokus futsal emg ga sempet hehe" bohongku. Jujur aku tidak sama sekali suka berbohong tapi kali ini aku terpaksa melakukan hal ini.

Sekarang dikelas Rakha bicara sebutuhnya saja padaku, dan Fira selalu saja mampir ke kelas ku untuk menghampiri kekasihnya itu, sedikit tidak suka kadang aku langsung pergi keluar dengan banyak fikiran di otak ku. Ternyata memang benar di balik hubungan dua orang yg awet dan bahagia disini ada yg terluka dan lebih menyedihkannya lagi yg tadinya teman baik sekarang hanya sebatas teman yg bahkan Rakha tak pernah menatapku. Aku ikhlas Rakha telah menjadi milik org lain, namun aku tak ikhlas jika kini aku tak bisa hanya sekedar ngobrol dengan Rakha padahal dengan satu atau dua kata membuat ku bahagia. Tak apa terima kasih ya Rakha, aku bahagia.

Post a Comment

Previous Post Next Post